STANDARD
Setelah hampir semua temen temen SD, SMP, SMA dan temen kuliah gw satu persatu pergi ninggalin gw kawin, barulah pada umur 26 tibalah saatnya giliran gw untuk melangkah ke pelaminan tentunya dengan pria pilihan hati. keluarga besar senang dengan keputusan gw untuk melepas masa lajang...senang? yup karena notabene mungkin selama ini mereka mencemaskan kalau anak perempuannya ini akan segera ke pelaminan atau tidak karena dengan hobby gw yang naek gunung, engga pulang berbulan-bulan tampa berita, berganti-ganti profesi, berganti-ganti pacar (nah ini mungkin yang dicemaskan mereka)…..dan mereka pikir mungkin gw udah ga punya rasa atau keinginan untuk berkeluarga.
Dan pada saat gw memutuskan untuk melepas masa lajang satu bulan sebelumnya sontak semua kaget. Pertanyaan standar-lah sama siapa-lah ( yang mana orangnya, saking banyaknya yang dibawa dan diperkenalkan sebagai teman), orang mana-lah, kerja dimana-lah (gajinya berapa ; itu maksudnya) semua kasak kusuk cari tahu dengan siapa gw akan kawin, dengan siapa pilihan gw jatuh….pas gw jawab gw sendiri ga tau orangnya karena kenal di internet semua bilang gw gila….(lho ini keputusan sulit kok, malah gw dibilang gila!)
Engga lama bertemulah gw dengan pangeran impian dari internet itu and menikah. membahagiakan semuanya, membuat bangga bokap nyokap karena gw ga hamil duluan. (Syukurlah)…
Waaahhhh ternyata orang menikah itu memang harus dipikir masak-masak memasuki bulan ke 2 setelah menikah hampir setiap ketemu orang mereka bertanya pertanyaan yang bener-bener basi di kuping gw : UDAH ISI BELUM? …………..hampir setiap temen, setiap orang di gang rumah gw, tukang sayur…….semua mau tau kalau perut gw udah ada isinya atau belum (memangnya perut gw balon gas apa!)…………terus…terus…dan terus….sampai pernikahan gw memasuki tahun ke-2…...nyokap mulai ngomong yang engga-engga : “sebelum mama mati, mama pengen punya cucu dari kamu”….huh! kok hidup banyak tuntutan amat ya….. seperti urut-urutan hidup versi nyokap gw (kayak gini):….1.lahir 2. hidup: tumbuh dewasa & berkembang 3.kawin 4.punya anak 5 punya cucu 6. mati.
Dan orang-orang kayanya mulai kuatir and (ingin) bertanya apakah suamiku tercinta bisa membuat anak? apakah suami gw mandul? LHA WONG SETIAP BERHUBUNGAN GW PAKE KONDOM KOK, PASTINYA KONDOM KUALITAS NO 1 YANG ENGGA GAMPANG BOCOR…
Gw sih ga peduli omongan orang lain. Gw pun engga terlalu pusing mikirin bakal punya anak atau engga…gw dan suami cukup menikmati kebersamaan kita tampa gangguan kapan akan punya anak. Yang pasti gw (dan suami tentunya) haruslah siap lahir dan bathin,
Engga ada yang kurang kok dengan gw belum punya anak sampai saat ini, gw bahagia, suami gw bahagia..waktu berduaan sangat banyak dan lebih mengenal kepribadian masing-masing.
Selain itu (dulu) KITA BERDUA MEMUTUSKAN MENIKAH KARENA KITA JATUH CINTA SATU SAMA LAIN, gw dan dia menikah karena kita ingin selalu bersama, bukan karena satu alasan karena kita ingin punya anak.
Itu versi kita berdua MENIKAH TIDAK PUNYA ANAK, NO PROBLEM. tapi versi mama lain lagi. So jawaban saya untuk teman-teman, tukang sayur dan orang-orang di gang dan untuk nyokap tercinta Cuma satu BELUM SIAP ( belum mau maksudnya!)…..agar mereka tidak kecewa….
Engga lama bertemulah gw dengan pangeran impian dari internet itu and menikah. membahagiakan semuanya, membuat bangga bokap nyokap karena gw ga hamil duluan. (Syukurlah)…
Waaahhhh ternyata orang menikah itu memang harus dipikir masak-masak memasuki bulan ke 2 setelah menikah hampir setiap ketemu orang mereka bertanya pertanyaan yang bener-bener basi di kuping gw : UDAH ISI BELUM? …………..hampir setiap temen, setiap orang di gang rumah gw, tukang sayur…….semua mau tau kalau perut gw udah ada isinya atau belum (memangnya perut gw balon gas apa!)…………terus…terus…dan terus….sampai pernikahan gw memasuki tahun ke-2…...nyokap mulai ngomong yang engga-engga : “sebelum mama mati, mama pengen punya cucu dari kamu”….huh! kok hidup banyak tuntutan amat ya….. seperti urut-urutan hidup versi nyokap gw (kayak gini):….1.lahir 2. hidup: tumbuh dewasa & berkembang 3.kawin 4.punya anak 5 punya cucu 6. mati.
Dan orang-orang kayanya mulai kuatir and (ingin) bertanya apakah suamiku tercinta bisa membuat anak? apakah suami gw mandul? LHA WONG SETIAP BERHUBUNGAN GW PAKE KONDOM KOK, PASTINYA KONDOM KUALITAS NO 1 YANG ENGGA GAMPANG BOCOR…
Gw sih ga peduli omongan orang lain. Gw pun engga terlalu pusing mikirin bakal punya anak atau engga…gw dan suami cukup menikmati kebersamaan kita tampa gangguan kapan akan punya anak. Yang pasti gw (dan suami tentunya) haruslah siap lahir dan bathin,
Engga ada yang kurang kok dengan gw belum punya anak sampai saat ini, gw bahagia, suami gw bahagia..waktu berduaan sangat banyak dan lebih mengenal kepribadian masing-masing.
Selain itu (dulu) KITA BERDUA MEMUTUSKAN MENIKAH KARENA KITA JATUH CINTA SATU SAMA LAIN, gw dan dia menikah karena kita ingin selalu bersama, bukan karena satu alasan karena kita ingin punya anak.
Itu versi kita berdua MENIKAH TIDAK PUNYA ANAK, NO PROBLEM. tapi versi mama lain lagi. So jawaban saya untuk teman-teman, tukang sayur dan orang-orang di gang dan untuk nyokap tercinta Cuma satu BELUM SIAP ( belum mau maksudnya!)…..agar mereka tidak kecewa….


1 Comments:
At 8:15 PM,
Irzan said…
This comment has been removed by a blog administrator.
Post a Comment
<< Home