28 desember 2006
jam 11 dari rumah, sampe bandara jam 13.30. gw, mama dan Rama langsung check-in dan bayar fiscal. waktu bayar fiscal prasaan gw ga enak banget, kayanya ada yang kurang beres sama dokumennya anak gw. gw telponlah kepala Dirjen Immigrasi pak Firdaus. setelah bertanya dan mendapatkan penjelasana baru-lah gw sadar kayanya bakal tersandung masalah di immigrasi. sebelum tersandung immigrasi dan membuat masalah semakin panjang akhirnya gw memberanikan diri masuk salah satu ruangan yang terletak disebelah kanan pemerikasaan immigrasi di bandara Soekarno-Hatta, karena gw tau gw yang tidak teliti gw ceritakan semua masalahnya. gw ga mau berputar-putar selain itu waktu sudah menunjukkan beberapa saat lagi waktu boarding. akhirnya setelah dijelaskan immigrasi dan sebelumnya gw juga udah ngerti prosedurnya, ini hanya karena gw salah paham masalah otomatis dwikewarganegaraan untuk bayi yang lahir setelah july 2006 gw-pun diharuskan membayar 20us$X usia bayi saat berangkat 2 bulan 8 hari=....jawabannya lumayan juga, setelah negosiasi plus waktu semakin mepet dan dijelaskan apabila diluar airport bayi gw harus sidang pengadilan dan lain sebagainya akhirnya deal gw bayar 9 juta. gw pun keluar mengambil uang di ATM, memasukkan ke dalam kantong kresek dan cepat2 masuk lagi ke immigrasi. engga lama paspor, tiket semua sudah siap distempel. gw pun masuk tampa antrian lewat jalur antrian khusus untuk para diplomatik...eeh udah bayar segitu masih juga ada seorang bapak pegawai immigrasi yang pura2 mau nganterin gw sampai gate sambil memegang paspor dan tiket untuk boarding. setelah dari toilet tampa basa basi gw langsung keluarin uang 200 ribu dan kasih ke dia sambil bilang terima kasih dan minta nomor telpon. basa basi-lah sedikit daripada dia ngikutin atau nahan tiket dan paspor gw. Dari kejadian ini gw ga bisa menyalahkan orang-orang itu sepenuhnya, toh memang gw yang salah kurang berhati-hati dari mulai anak gw dilahirkan sampai pada saat berangkat gw ga bayar ijin tinggalnya di Indonesia hanya karena gw berpedoman pada makalah hasil dialog interaktif dengan KPC Melati Jakarta bahwa untuk bayi yang dilahirkan setelah July 2006 otomatis punya dwikewarganegaraan ganda dan engga perlu bayar KITAS, padahal kalo mau keluar negeri pakai paspor ikut warganegara bapaknya ya tetap gw harus bayar kitas.
MAKANYA HATI-HATI YA TEMANS
MAKANYA HATI-HATI YA TEMANS


